saya tidak tau akhirnya akn seperti ini
ketika kamu memutuskan menjalani hubungan dengan lawan jenis (dan kamu adalah perempuan),mungkin kamu akan berusaha bertahan untuk meyakinkan diri bahwa itulah yang terakhir,kecuali kamu adalah ABABIL yang blum bisa membedakan deodorant dengan minyak wangi,atau anda remaja yang masih sibuk membicarakan gya rambut si anu GA GAUL BANGET GITU LHOOO
kamu adalah wanita yang cukup dewasa untuk berfikir tidak mau bermain-main lagi,minimal untuk hubungan yang satu ini,kamu mulai memakai hatimu.
salahkah kita (wanita) berharap dia ini lah yang terakhir,kamu pun siap bertahan menerima kekuranganyya,dan berkorban banyak hal untuknya,kalaupun ternyata itu tidak terjadi,maka itu adalah usaha terakhir kamu.
atau apakah salah jika kamu berharap si dia ini berfikiran sama (menjadikan kamu yang terakhir)...bila hubungan terlanjur berjalan,hingga terlalu dekat,merasa sudah saling memiliki,tetapi satu sama lain atau salah satu tidak tau hubungan itu akan mengarah kemana,dan akan sampai kapan,atau malah berfikir dengan asas coba-coba,jika gagal ya sudahlah.
saya juga wanita resah akan hal itu,8 bulan berhubungan dengan orang yang cukup dewasa,walaupun saya baru berumur belasan taun (19 tahun hehe) merasa lelah untuk bermain-main,sedang si dia itu pun tampak sibuk dengan duniannya...saya lelah,walaupun saya selalu ingin bersamanya,karena merasa sudah cukup berkorban dan menerima,dan sudah merasa amat disayang olehnya....saya putuskan hubungan itu.saya wanita,saya ingin menjadi wanita baik,salahkah??saya ingin mempersiapakan diri untuk hubungan yang serius,salahka???saya berharap diapun begitu,berharap kalaupun kami berpisah,diatidak melupakan saya,setidaknya tidak dalam waktu dekat ini,salahkah??? tidak mengganti saya dengan yang lain,setidaknya tidak dalam waktu dekat ini???
karena saya pun tidak berusaha mencari pengganti,saya hanya ingin konsentrasi pada kuliah,dan perbaikan diri saya...hingga suatu hari nanti saya siap berhubungan serius dengan siapun orangnya tidak menutup kemungkinan dengan dia,salahkah saya??
saya hanya ingin bilang
saya memutuskan hubungan ini,bukan karena saya bosan,bukan karena saya benci,bukan karena saya selingkuh atau dia begitu,saya hanya butuh waktu untuk benar2 siap
salahkah saya jika dia juga berfikir begitu
saya resah dengan keadaan saya yang seperti dilupakan,,atau takterpedulikan lagi,saya belum bisa menerima bahwa ini adalah akhir dari segalanya,bahkan akhir dari komunikasi2 panjang seperti dulu,saya sedih karena saya menjadi ragu untuk bicara dengannya,saya kecewa karena bukan ini yang saya inginkan.saya malu karena saya seperti lebah pengganggu kehidupannya hanya karena saya ingin mengetahui kabarnya...
padah kemarin dia sendiri yang bilang untuk menjaga apa itu yang disebut silaturahmi...entahlah
saya tidak menyesali perpisahan ini,yang saya sesali adalah perubahan yang tidak seperti yang saya bayangkan....saya juga tidak berharap yang macam-macam,sungguh ini adalah keputusan bersama bukan??
apakah nilai keberadaan saya hanya pada menemani makan,nonton,lalu berdua bersama kemana2.....
saya hanya ingin berbagi banyak hal tidak berbeda seperti kemarain,hingga suatu saat satu sama lain menemukan seseorang yang sesuai,itu adalah takdir...maka kita bisa saling mndukung dan mendoakan bukan??
Sabtu, 18 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar