
ini seperti dejavu ketika saya harus berhadapan dengan masalah yang sama,proses yang hampir sama,mungkin ending yang juga akan sama. ketika kita melewati berbagai pengalaman hidup terkadang untuk tidak mengulang kesalahan yang sama dibutuhkan waktu untuk menyadarinya.ketika kita terlibat dengan suatu urusan,yang membuat kita tidak mungkin mengerjakan itu sendiri,ketika kita menjadi begitu tertarik dengan persoalan itu sehingga kita begitu asik terlibat didalamnya.sehingga kadang kita lupa ada batas disana,bias tapi harusnya nyata.
ketika itu,kita terlalu asik seperti itu,kadang kita membahas sesuatu yang mulai keluar dari konteks awal,mungkin basa-basi,tapi menjadi berarti ketika pembahasan itu mulai intens.dan malah konteks awal menjadi tidak terlalu dipermasalahkan,cenderung hanya sebagai cover dari maksud yang diinginkan.ketika kita menjadi merasa ada yang hilang jika hal itu tidak ada,ketika kita merasa perlu untuk membahasnya terus-menerus.melenakan,melalaikan. puncaknya adalah ketika menyadari ada yang salah dari urusan ini,ada konteks lain didalamnya,ada yang mengganjal,ada yang harus dipertanyakan.permasalahannya apakah apa yang terjadi itu benar-benar dirasakan oleh semua pihak,atau hanya sepihak.
akhirnya adalah,harus dilakukan evaluasi atas penyimpangan itu,di tinjau kembali,benarkah apa yang selama ini terjadi,patutkah untuk diberlanjutkan,atau ini kesalahan,harus dihentikan dan putar balik ke arah yang benar.
mari bercermin,melihat kembali tujuan awal urusan ini,merubah niat yang menyimpang.identifikasi apa yang salah,kendalikan sesegera mungkin sebelum benar2 patah,kolaps,sengsara,mati. saya berkata untuk diri sendiri,terkadang,tidak semua yang awalnya indah itu,tidak selalu indah untuk selanjutnya,mungkin malah menjadi pudar keindahannya ketika diusik oleh orientasi yang salah.biarkan ia akan selalu indah dan menjadi semakin indah ketika dilakukan dengan niat dan prosedur yang benar.
intinya segala urusan harus jelas tujuan dan konteksnya,jelas orientasinya,jelas maksudnya,jelas prosesnya.saya lelah dengan hal-hal yang samar dan bias,yang menimbulkan praduga dan pertanyaan.saya hanya ingin membenahi semua apa2 yang terjadi selama ini dalam hidup saya,membenahi yang salah arahnya.membuka mata hati,melihat lebih dalam.
membuat saya ingin selalu tersungkur dan menunduk malu pada-Nya,betapa selama ini saya belum mampu benar-benar mengambil pelajaran dari pengalaman yang sudah terjadi.tetapi apapun itu namanya,tentu ada syukur didalamnya,syukur untuk apa yang telah terjadi.syukur apabila kelak tuhan tunjukan jalan keluar yang terbaik.amin.

